A.
injektor
pada motor diesel
Injector Salah satu komponen utama dalam sistem bahan
bakar diesel di antarnya adalah Injector atau pengabut atau Nozle. Injector berfungsi
untuk menghantarkan bahan bakar diesel dariinjection pump ke dalam
silinder pada setiap akhir langkah kompresi dimana torak (piston) mendekati
posisi TMA. Injector yang dirancang sedemikian rupa merubah tekanan bahan bakar
dari injection pump yang bertekanan tinggi untuk membentuk kabut yang
bertekanan antara 60 sampai 200 kg/cm², tekanan ini mengakibatkan peningkatan
suhu pembakaran didalam silinder meningkat menjadi 600°C. Tekanan udara dalam
bentuk kabut melaui Injector ini hanya berlangsung satu kali pada setiap siklusnya yakni pada
setiap akhir langkah kompresi saja sehingga setelah sekali penyemprotan dalam
kapasitas tertentu dimana kondisi pengabutan yang sempurna maka injector yang
dilengkapi dengan jarum yang berfungsi untuk menutup atau membuka saluran
injectror ini sehingga kelebihan bahan bakar yang tidak mengabut akan dialirkan
kembali kebagian lain atau ke tangki bahan bakar sebagai kelebihan aliran (overflow).
Untuk menyempurnakan fungsi injector ini maka injektor
akan kita temukan dalam beberapa jenis, tentu saja dengan karakteristik yang
berbeda antara lain terdiri atas (Single
hole) dan injetor berlubang banyak (multi hole). Injector model pin
atau trotle, injeKtor ini terdapat dalam model trotle dan model pintle. Macam-macam
injektor seperti disebutkan diatas dengan sifat pengabutan dan karakteristik
yang berbeda maka pemilihan untuk fungsi pemakaiannya juga berbeda yang
bergantung pada proses pembakarannya dan proses pembakaran ini ditentukan oleh
bentuk ruang bakarnya, untuk sifat-sifat injector ini antara lain adalah
seperti berikut Injector berlubang satu (Single hole) proses
pengabutannya sangat baik akan tetapi mememrlkukan tekanan injektion pump yang
tinggi.
Demikian halnya dengan Injektor berlubang banyak (multi
hole) pengabutannya sangat baik. Injector ini sangat tepat digunakan pada direct
injection (injeksi langsung).Injektor dengan model pin, injektor model pin
ini model trotle maupun model pintle lebih tepat digunakan pada motor
diesel dengan ruang bakar yang memiliki combustion chamber, kamar muka
maupun kamar pusar (turbulen) dan Type Lanova.
Injektor pada motor diesel berfungsi untuk menyalurkan
bahan bakar ke dalam selinder pada akhir langkah konpresi saat piston berada
pada 14° sebelum TMA, pada langkah ini nozzle ( bagian injektor ) menyemprotkan
bahan bakar dalam bentuk kabut sempurnya secara kontyniu dan teratur sesuai
mekhanisme katup. Injektor di dalam mekhanismenya di bantu oleh komponen –
komponen penunjang agar memaksimalkan kinerja dari injektor di dalam
mengabutkan bahan bakar.
Gambar 1. Komponen-komponen injector dan
penepatannya
a.
Nozzle adalalah klep yang digunakan
menyemprotkan bahan bakar ke dalam cylinder dalam bentuk kabut, sehingga bahan
bakar dapat tercampur dengan udara secara merata ( homogen ) dan mudah
terbakar.
b.
Jenis jenis nozzle :
1. Capsule
type nozzle di pergunakan pada precombution camber ( PC ) dan direct injektion
engine ( DI ), nozzle jenis ini tidak dapat di perbaiki atau di stel, jadi
apabila ada kerusakan nozzle harus diganti dengan yang baru.
2. Pencyl
tipe nozzle yang dipergunakan pada direc injektion engine ( DI ) , nozzle jenis
ini ada yang dapat di perbaiki dan ada juga yang tidak dapat diperbaiki.
c. Tipe Injection Nozzle dapat
diklasifikasikan :
1)
Hole type :
a)
Single hole
b)
Multiple hole
2)
Pin type :
a)
Throttle.
b)
Pintle
B.
Jenis
jenis injektor yang sering digunakan pada motor diesel menurut waktu
penginjeksian bahan bakar
Injektor dalam
penggunaannya pada motor diesel terdiri dari berbagai jenis yaitu injektor
langsung dam injektor tidak langsung.
Dari segi pemakaian kedua jenis injektor ini sering
digunakan pada kendaraan karena keduanya memiliki kekurangan serta kelebihan
masing masing.Adapun perbedaan antara injektor langsung dan tidak langsung adalah
:
1. Injektor
jenis tidak langsung ( precombution camber PC )
Pada sistem ini bahan bakar tidak
langsung disemprotkan langsung ke dalam
cylinder ( ruang bakar utama ), melainkan terlebih dahulu melalui suatu kamar
muka atau precombution camber ( PC ), sehingga proses pembakaran terjadi secara
menjalar ke ruang bakar utama.
Gambar : injeksi tidak
langsung ( precombution camber PC )
2. injeksi
langsung ( direct injeksion DI )
Injeksi
langsung pada motor diesel cara kerjanya adalah nozzle menyemprotkan baha n
bakar dalam bentuk kabut ke dalam selinder ( ruang bakar ) sehingga proses pembakaran
terjadi secara serempak.
Gambar : injeksi
langsung ( direct injeksion )
Kelebihan
– kelebihan injeksi langsung (direct injeksion ) dengan injeksi tidak langsung
(precombution) :
a.
Untuk
precombution pembakaran lebih sempurna , sedangkan direct injektion pemakaian
bahan bakar lebih hemat.
b. precombution
umur komponen utama lebih panjang, pada direct injektion engine response (
percepatan ) lebih baik.
c. Pada
precombution nozzle tidak cepat kotor atau buntu, untuk direct injektion engine
lebih mudah dihidupkan.
d. Precombution
lebih ramah lingkungan, karena tingkat polusi udara lebih rendah , padadirect
injektion kapasitas alat pendingin lebih kecil.
e. Pada
precombution kemungkinan pemakaian bahan bakar yang lebih berat ( energi lebih
besar ) sedangkan pada direct injetion horse power lebih besar.
C.
Cara
Kerja Injector
1.
Sebelum Penginjeksian
Bahan
bakar yang bertekanan tinggi mengalir dari pompa injeksimelalui oil passage
menuju oil pool pada bagian bawah nozzle body.
2.
Penginjeksian
Bahan Bakar
Bila tekanan pada oil pool naik, ini akan menekan permukaan
nozzle needle.Bila tekanan ini melebihi tegengan pegas,maka nozzle needle
terdorong keatas dan menyebabkan nozzle menyemprotkan bahan bakar.
3.
Akhir
Penginjeksian
Bila pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar,tekanan
bahan bakar turun dan pressure spring mengembalikan nozzle needle keposisi
semula (menutup saluran bahan bakar).Sebagian bahan bakar yang tersisa antara
nozzle needle dan nozle body,melumasi semua komponen dan kembali ke over flow
pipe.
D.
Proses Pengabutan Bahan Bakar pada
Injector
Proses pengabutan bahan bakar diesel melalui injektor
ini diperlukan agar terjadi proses pembakaran yang sempurna didalam silinder,
kendati pada motor diesel ini pembakaran diberikan melalui panas yang
dihasilkan oleh pemampatan udara luar namun nyala api tidak akan terjadi tanpa
adanya penambahan oksigen. Oleh karena itu, dalam proses pengabutan ini pada dasarnya
adalah mencampur bahan bakar dengan oksigen, untuk itu proses pengabutan untuk
memperoleh gas bahan bakar yang sempurna pada injector dapat dilakukan dengan
tiga sistem pengabutan yaitu :
1) Pengabutan Udara
Proses
pengabutan udara terjadi pada saat bahan bakar yang bertekanan 60 sampai 85
kg/cm² mengakibatkan tekanan pada rumah pengabut sebesar 60 kg/cm² yang selalu
berhubungan langsung dengan tabung udara dengan tekanan bahan bakar dari pompa
mencapai 70 kg/cm² pada Volume tertentu akan tertampung pada cincin pembagi
dari pengabut tersebut. Tekanan bahan bakar dari pompa tadi juga akan
mengangkat jarum pengabut dengan demikian, udara yang bertekanan tadi akan
mengalir bersama bahan bakar melalui lubang-lubang halus pada cincin pembagi
sehingga membentuk gas bahan bakar dan masuk kedalam silinder. Gas bahan bakar
yang terbentuk karena proses persenyawaan antara udara dengan bahan bakar maka
akan sangat mudah terbakar bila berhubungan dengan udara panas dan bertekanan tinggi.
Dengan plunger pompa injeksi yang digerakan oleh poros bubungan dan distel
sedemikian rupa maka pengabutan hanya terjadi pada akhir kompresi.
2) Pengabutan Tekan
Pada
proses pengabut tekan ini saluran bahan bakar dan ruangan dalam rumah pengabut
harus selalu terisi penuh oleh bahan bakar, dengan jarum pengabut yang tertekan
oleh pegas sehingga saluran akan tertutup. Namun ketika bahan bakar dari injection
pump yang beterkanan 250 kg/Cm² mengalir kebagian takikan jarum pengabut,
pengabut akan tertekan keatas sehingga saluran akan terbuka. Dengan demikian,
bahan bakar akan terdesak melalui celah di antara jarum pengabut dalam bentuk
gas. Untuk memperoleh proses pembakaran yang sempurna didalam silinder maka
proses pemampatan udara di dalam silinder diusahakan menghasilkan turbulensi
udara.
3) Pengabutan Gas
Pengabut
ini dikonstruksi sedemikisn rups dengan komponen-komponen yang terdiri
atas rumah poengabut, katup dan bak pengabut yang ditempatkan di bagian bawah
dari pengabut dan berada di dalam ruang bakar. Dalam proses pengabutan ini
bahan bakar telah berada dalam keadaan bertekanan tinggi dan katup injeksi
sudah terbuka sejak langkah pengisapan oleh torak dan pada kondisi demikan ini
sebagian bahan bakar telah menetes ke bak pengabut yang di bagian
sisinya terdapat lubang-lubang kecil. Keadaan ini akan mengakibatkan motor
menjadi sangat panas sehingga bahan bakar tadi akan berubah menjadi kabut. Pada
akhir langkah kompresi udara yang bertekanan akan menerobos masuk ke bak
pengabut tersebut melalui lubang-lubang kecil dari bak pengabut tersebut dan mengakibatkan
letusan Namun hal ini tidak cukup membakar bahan bakar secara keseluruhan
kartena tidak cukup oksigen sehingga sisa bahan bakar yang tidak
terbakar akan keluar masuk didalam ruang bakar dan terbakar pada ruangan ini,
oleh kerena itu pada sisitem pengabutan ini askan terjadi dua kali proses
pembakaran yaitu proses pembakaran mula dan prose pembakaran yang sebenarnya,
kendati sistem ini jarang digunakan namun proses pengabutan dengan gan ini
dapat menghasilkan kabut bahan bakar yang memenuhi syarat dalam kebutuhan proses
pembakaran.
E.
Bentuk
– bentuk pengabutan pada injektor
Di dalam menyemprotkan bahan bakar,
nozzle memiliki bentuk bentuk penyemprotan bahan bakar , bentuk penyemprotan
ini sangat berpengaruh terhadap kualitas campuran bahan bakar di dalam
selinder. Di
bawah ini akan dijelaskan mengenai bentuk penyemprotan nozzle serta pengaruhnya
terhadap pembakaran.
Gambar
: bentuk – bentuk penyemprotan pada nozzle.
Keterangan
:
a) Pada
gambar a terlihat tidak terjadi
penyemprotan pada nozzle dan ini menandakan bahwa terjadi penyumbatan pada
nozzle nedle. Keadaan ini apabila dibiarkan akan menimbulkan kerugian serta
efek samping terhadap mesin.
Nozzle
yang tersumbat akan mengakibatkan tidak adanya bahan bakar yanga disalurkan ke
dalam selinder, ini akan mengakibatkan mesin akan pincang dan tenaga akan
berkurang bila nozzle yang tersumbat hanya satu buah.
b) Sedangkan
pada gambar b terlihat penyemprotan nozzle tidak sempurna karena pengabutan hanya
berpusat pada satu titik saja dan keadaan ini mengakibatkan pembakaran tidaklah
sempurna karena bahan bakar yang dikabutkan tidak terkabut secara sempurna dan
pemakaian bahan bakar alan boros dan asap pada kenalpot akan tebal dan
berwarna putih.
c) Pada
gambar c terlihat pengabutan yang sempurna dimana pengabutannya menyebar dan
tidak berpusat pada satu titik .
Pengabutan yang baik membentuk sudut pengabutan dengan sudut 14 º.
Pengabutan
yang sempurna akan menghasilkan pembakaran yang sempurna dan pembakaran yang
sempurna akan menngkatkan efisiensi mesin. Diameter nozzle akan
mempengaruhi tekanan pengabutan tekanan pengabutan yang baik tergantug dari
spesifikasi motor diesel.
F.
Pelindung
panas untuk nozzle
Pelindung
panas pada nozzle berfungsi untuk melindungi nozzle dari temperatur yang
tinggi, temperatur yang tinggi akan mempengaruhi kinerja dari nozzle karena
dengan temperatur yang tinggi akan menyebabkan berubahnya bentuk dan fisik
nozzle itu sendiri. Melihat dari kondisi di
atas maka para insinyur mulai mengembangkan pendingin nozzle yang berfungsi
untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat temperatur yang tinggi.Di bawah
ini akan dijelaska jenis jenis pendingin pada nozzle yang banyak digunakan
dewasa ini pada motor diesel.
1.
Pelindung panas nozzle
jenis pintel dan trotle
Jenis
pelindung nozzle pintel dan trothle dengan cara meletakkan / menyisipkan plat
di antara mur penahan dan kepala nozzle. Tujuan diletakkannya plat ini
adalah sebagai sirip pendingin yang gunanya
untuk membuang panas ke udara, dengan begitu permukaan nozzle yang
menerima panas lebih sedikit.
keterangan
gambar :
1.
nozzle
2. Mur
penahan
3. Plat
pelindung panas
4. kepala
nozzle
2. Pelindung
panas nozzle jenis lubang
Pelindung
panas ini digunakan pada nozzle jenis kubang banyak dan langsung dipasang pada
badan nozzle. Dengan
pemasangan pelindung panas ini temperatur nozzle dapat berkurang hingga 40º c
pelindung panas ini dibuat dari bahan bebas karat yaitu tembaga dan kuningan
Gambar : pendingin
nozzle
keterangan
gambar :
1. Nozle
lubang banyak
2. Mur
penahan nozzle
3. Ring
/ perapat
4. Pelindung
panas
5. Kepala
nozzle
G.
Katup
penyalur pada nozzle
Katup
penyalur pada nozzle merupakan suatu bagian dari injrktor yang berfungsi untuk
menyalurkan bahan bakar yang akan dikabutkan .
Fungsi
dari katup penyalur :
Ø Memisahkan
hubungan solar antara pipa tekanan tinggi dengan ruang tekan pada pompa injeksi
pada waktu alur pengontrol membuka lubang pemberi.
Ø Menurunkan
tekanan solar setelah torak pembebas menutup saluran solar sehingga dapat
mencegah tetesan solar pada nozel (pada akhir penyemprotan).
Ø Mempertahankan
supaya didalam pipa tekanan tinggi selalu terisi solar.
gambar
: Katup penyalur
H.
Spuyer
pembalik aliran
Spuyer pembalik aliran merupakan
fungsi dari bagian nozzle yang berfungsi untuk pembalik aliran ketika aliran /
jumlah bahan bakar yang akan dikabutkan melebihi standard.
Fungsi dari spuyer pembalik aliran
:
Ø Menghindari
terjadinya kelapukan/keausan pada sistem tekanan yang tinggi yang disebabkan
oleh kecepatan aliran solar.
Ø Kelapukan/keausan
dapat terjadi pada elemen pompa dan nozel pada saat langkah efektif berakhir
yang disebabkan oleh getaran solar yang masih mempunyai tekanan tinggi.
Ø Tidak
semua motor diesel mempunyai spuyer peredam aliran seperti ini (hanya dipakai
pada motor diesel ukuran besar).
Gambar : spuyer
pembalik aliran.
I.
Pemeriksaan
serta penyetelan injektor
Penyetelan
injektor sangat erat sekali hubungannya
dengan sempurna atau tidaknya pembakaran karena menyangkut hubungan dengan
homogenisasi campuran bahanbakar dan udara.
1.
Melakukan
pemeriksan tes kebocoran pada injektor
Melakukan
tes pemeriksan kebocoran pada injektor dengan cara sebagai berikut :
Ø Letakkan
/ pasangkan injektor pada dudukan yang telah di sediakan pada injektor tester.
Kemudian kuatkan dudukan injekor pada posisinya agar pada saat pengetesan
injektor tidakterlepas.
Ø Setelah
itu kemudian hidupkan injektor tester.
Ø Tekan
hendle injektor tester sampai jarum manometer menunjukkan angka pada tekanan 80
kg/cm ².
Ø Biarkan
injektor selama 5 menit baru kemudian lakukan pengetesan dengan cara
menempelkan nozzle ke tangan dan periksa kebocoran solar. Apabila tangan basah
karena solar berarti ada kebocoran pada ijektor dan sebaliknya.
Gambar : melakukan pengetesan kebocoran pada
injektor.
Gambar
: ijektor tester
2.
Melakukan
tes tekanan penyemprotan injektor
Melakukan tes tekanan penyemprotan
bertujuan untuk memastikan berapa tekanan yang di hasilkan injektor.
Besarnya tekanan sangat berpengaruh terhadap
kesempurnaan pembakaran serta bentuk penyemprotan.
Melakukan
tes pemeriksan kebocoran pada injektor dengan cara sebagai berikut :
Ø Letakkan
injektor pada posisi yang telah disediakan pada injektor tester.
Ø Kemudian
tekan handl/ tuas pda injektor tester dengan durasi tiap tekanan 1 detik dengan
banyak tekanan 15 kali tekanan.
Ø Setelah
itu lihat besarnya tekanan pada manometer , kemudian bandingkan hasil tekanan
dengan sepesifikasi tekanan dengan limit tekanan 120-150 kg/cm ² untuk engine
mitshubishi L 300.
Ø Apabila
tekanan melebihi spesifikasi lakuan pengurangan shim pada nozzle karena shim
dengan ketebalan 0.1 mm akan mengurangi tekanan sebesar 10 kg/cm ². Dan sebaliknya apbila
tekanan penyemprotan kurang dari spesifikasi hal yang harus dilakukan adaah
dengan cara penmbahan shim pada injektor sesuai dengan ketentuan di atas.
gambar
: melakukan tes tekanan penyemprotan.
Warning : sewaktu bekerja dengan
nozzle tester, jangan mengarahkan semprotan kebagian tubuh mekanik. Semprotan
nozzle dapat masuk ke aliran darah sehingga dapat menimbulkan keracunan pada
darah.
3.
Lakukan
pemeriksaan bentuk penyemprotan
Langkah – langkah melakukan tes
bentuk penyemprotan :
Ø Pasang
injektor pada tester tidak perlu kuat- kuat / longgarkan saja.
Ø Kemudian
lakukan pembangan udarayang ada pada saluran tester, dengan menggerakkan handle
sampai solar ke luar pada sambungan pipa.
Ø Kemudian
tutup kran saluran tekan ke mnometer, lakukan pengetesan bentuk penyemprotan
dengan menekan handle selama 15 kali teknan dan durasi tekanan selama 1 detik
dengan kuat dan epat.
Ø Kemudian
lakukan tes pemeriksaan bentuk penyemprotan
Bentuk penyemprotan sangat erat
sekali hubungannya dengan proses pembakaran karena bentuk penyemprotan yang
baik akan menghasilkan atomisasi pengabutan empurna sedangkan bentuk pengabutan
yang tidak baik akan mempengaruhi atomisasi pengabutan, oleh sebab itu bentuk
penyemprotan juga wajib diperhatikan.
Langkah-langkah pemeriksaan hasil
penyemprotan :
v Pasang
injektor pada injektor tester kemudian tekan handle tester secara penuh selama
15 kali tekanan, dan amati bentuk penyemprotan.
v Indikator
bentuk penyemprotan :
gambar : bentuk – bentuk penyemprotan pada injector
Keterangan :
a)
gambar
A bentuk penyemprotan tidak baik karena penyemprotannya pendek dan menyebar.
b)
Gambar
B bentuk penyemprotan kurang baik karena sudut penyemprotannya lebih lebar dan
juga pendek.
c)
Gambar
C bentuk penyemprotan baik hanya saja penyemprotannya tidak lurus.
d)
Gambar
D bentuk penyemprotan yang di harapkan karena sudut penyemprotan membentuk
sudut 14 º dan arah penyemprotan juga lurus.
gambar : pengetesan bentuk penyemprotan pada injector
4.
Pembongkaran
dan penyetelan injektor
Ø Bila
salah satu tes yang dilakukan hasilnya tidak memuaskan , lepas injektor pada
tester kemudian jepit injektor pada ragum dengan alas penjepit alumunium dan
bongkar bagian – bagian injektor.
Gambar : bagian – bagian injektor
Keterangan:
1. Nut
2. Gasket
3. Nozzle
holder
4. Shim
5. Preasure
spring
6. Retaining
pin
7. Distance
spase
8. Nozzle
pin
9. Retaining
nut
Ø Kemudian
bersihkan semua komponen menggunakan injektor cleaner
Gambar : membersihkan injektor menggunakan
injekror cleaner.
Ø Setelah
melakukan pembersihan komponen menggunakan solar, kemudian lakukan tes luncur
jarum pada nozzle pin dan bodynya. Jarum harus meluncur pelan –pelan dengan
sendirinya.
Ø Kemudian
lakukan penyetelan tekanan penyemprotn dengan cara mengurangi ataupun menambah
tebal shim. Perbedaan tebal 0.04 mm akan merubah tekanan penyemprotan 4 bar,
atau menambahkan shim dengan tebal 0.1 mm akan menambah tekanan sebesar 10
kg/cm ².
Ø Setelah
semua penyetelan tekanan penyemprotan selesai dan hasil tes menunjukkan tekanan
penyemprotan sudah sama dengan standard , kemudian pasang injektor pada mesin.
Ø Terakhir
hidupkan mesin dan lakukan pembuangan
angin palsu pada injektor saat mesin mati dan saat nesin hidup.
Gambar
: membuang angin palsu ( membleding ) pada injektor.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan
di atas , maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada
kendaran motor diesel, mekanisme sistim pengabutan bahan bakar sangat penting
dijaga kondisinya agar maksimalnya proses pembakaran serta homogenisasi
pembakaran.
2. Injektor
yang baik pada motor diesel dapat memaksimalkan kinerja serta perfomani
kendaraan di lapangan.
3. Perawatan
pada injektor sangat mudah bila dilakukan perawatan secara berkala.
B.
Saran
1. Bagi
teknisi kendaraan, bagian maintenence dealer dan masyarakat secara umum
hendaknya memperhatikan kondisi serta keadaan mekhanisme sisitim pengabutan
pada kendaraan ( khusus untuk motor
diesel ) , terutama bila terjadi gejala- gejala yang tidak normal pada
mesin dan tebalnya asap kendaraan yang menandakan adanya ketidak beresan pada
pembakaran. Hal ini juga berhubungan dengan kurangnya perawatan secara berkala
pada kendaraan serta tidak maksimalnya kinerja sistim penyemprotan bahan bakar
pada kendaraan akan merugikan pengendara sendiri. Jadi, diharapkan agar
perawatan serta pemerisaan sisitim pengabutan
dilaksanakan sesuai dengan Standard
Operation Prosedur ( SOP ) masing – masing kendaraan.
2. Mudah-
mudahan makalah ini dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai
pemeriksaan serta penyetelan sisitim pengabutan bahan bakar ( injektor system )
pada kendaraan.
3. Harapan
penulis makalah ini dapat menjadi sumber rujukan dan pedoman dalam melakukan
service dan reparasi injektor pada kendaraan nantinya.
DAFTAR PUSTAKA
Budi santoso
, 1989“ Teknis Praktis Sevise Motor
Diesel “. Surabaya :Karya Anda
“Basic Engine System for Heavy Equipment “,
1999 . Perawang : Repair Centre
PT.INDAH
KIAT PULP DAN PAPER CORP, repair centre, 1991 “ Dasar – dasar Motor Diesel“
Grotamsil
purba , 1991 “ Trouble Shooting For
Diesel “. Perawang : Repair Centre – Dept. Heavy Equipment
mantap
BalasHapuscukup membantu
BalasHapus