Kamis, 19 Juni 2014

Bakat Khusus

A.    Pengertian Bakat Khusus

Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya yang masih bersifat potensial atau masih laten, bakat merupakan potensi yang masih memerlukan ikhtiar pengembangan dan pekatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud (Utami Munandar, 1992).
Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil pembawaan dan latihan. Bakat juga berbeda dengan kapasitas (capasity) dengan sinonimnya, yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal (Conny Semiawan, 1987).
Dengan demikian, dapat disarikan bahwa bakat merupakan suatu potensi yang akan muncul setelah memperoleh pengembangan dan latihan. Adapun kemampuan dan kapasitas sudah merupakan suatu tindakan yang dapat dilaksanakan atau akan dapat dilaksanakan.
Bakat atau aptitute merupakan potensi dalam diri seseorang yang dengan adanya rangsangan tertentu memungkinkan orang tersebut mencapai sesuatu tingkat kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus.
Pengertian bakat menurut para ahli:
1.      William B.M,ichael
kemampuan individu melakukan tugas, sedikit atau tidak tergantung pada latihan sebelumnya.
2.      Bingham
Kondisi atau seperangkat sifat-sifat yang dianggap sebagai tanda kemampuan individu untuk menerima latihan(respon).
3.      Guilford
Bakat mencakup tiga demensi psikologis(persetual, psikomotor, dan intelektual).
Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun khusus (Conny Semiawan, 1987). Bakat umum seringkali merujuk kepada bakat intelektual dan sering disebut dengan istilah gifted, dan anak yang memiliki bakat intelektual menonjol sering disebut dengan istilah gifted children. Sedangkan bakat khusus sering kali disebut dengan talent. Bakat khusus (talent) adalah bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang dengan baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya, dan anak yang memiliki bakat khusus menonjol disebut dengan istilah talented children.
Dengan bakat, memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu. Tetapi untuk mewujudkan bakat ke dalam suatu prestasi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan motivasi (Conny Semiawan 1987).

Menurut Mohammad asrori (2008) setidaknya ada lima junis bakat khusus, baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud, yaitu:
  1. Bakat akademik khusus, bakat khusus akademik ialah kemampuan bawaan khusus  yang dimiliki seseorang yang cendrung pada arah akademis, misalnya seseorang tersebut mempunyai kemampuan dalam ilmu matematika, fisika, bahasa dan lain sebagainya.
  2. Bakat kreatif produktif, bila anda pernah melihat seseorang yang mampu berkarya dan menciptakan sesuatu yang baru seperti menghasilkan rancangan arsitektur atau membuat tehnologi baru, itulah orang yang memiliki bakat kreatif dan produktif.
  3. bakat seni, bakat seni ialah kemampuan yang dimiliki seseorang yang cendrung ke arah hiburan atau seni. Misalnya seseorang tersebut pandai melukis, bernyanyi, bermbain musik dan lain sebagainya.
  4. bakat kinestik/ promotorik, bakat kinestik atau promotorik merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang yang cenderung pada kinerja seseorang. Misalnya seseorang tersebut pandai bermain volley, menembak, dan lain sebagainya.
  5. bakat sosial, bakat soaial merupakan kemampuan seseorang yang dimiliki seseorang yang cndrung mengarah pada interaksi dengan orang orang yang ada di sekitarnya, misalanya ia pandai bergaul, pandai berkomunikasi dan lain sebagainya.
C.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Khusus
Conny Semiawa (1987) dan Utami Munandar (1992) menegaskan bahwa berbeda dengan kemampuan yang mununjuk pada suatu kinarja (performance) yang dapat dilakukan sekarang. Bakat sebagai potensi masih memerlukan pendidikan dan latihan agar suatu kinerja (performance) dapat dilakukan pada masa yang akan datang. Ini memberikan pemahaman bahwa bakat khusus sebagai potential ability untuk dapat terwujud sebagai kinerja (performance) atau perilaku nyata dalam bentuk prestasi yang menonjol, masih memerlukan latihan dan pengembangan lebih lanjut.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus yang secara garis besar dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu. Faktor-faktor internal tersebut adalah:
1.      Minat
2.      Motif berprestasi
3.      Keberanian mengambil risiko
4.      Keuletean dalam menghadapi tantangan
5.      Kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan yang timbul
Adapun faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan individu tumbuh dan berkembang. Faktor-faktor eksternal meliputi:
1.      Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri
2.      Sarana dan prasarana
3.      Dukungan dan dorongan orangtua/keluarga
4.      Lingkungan tempat tinggal
5.      Pola asuh orang tua
D.    UPAYA PENGEMBANGAN BAKAT KHUSUS DAN IMPLEMENTASINYA BAGI PENDIDIKAN
Dari sekian banyak peserta didik, ada yang memiliki kemampuan rata-rata, dibawah rata-rata, dan diatas rata-rata.Biasanya peserta didik yang memiliki bakat khusus berada dalam kelompok anak yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mereka memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan peserta didik yang lain. Dengan bakat khusus yang dimiliki, mereka mampu menunjukan prestasi unggul sesuai dengan bakat khusus yang dimilikinya.
Agar dapat mewujudkan bakat khususnya secara optimal, mereka memerlukan program pendidikan khusus sesuai dengan bakatnya. Program pendidikan untuk mengembangkan individu berbakat khusus agar dapat mencapai prestasi  unggul, biasanya dikenal dengan istilah Program Pendidikan Berdiferensi. Program pendidikan ini merupakan pelayanan diluar jangkauan program pendidkan biasa, agar dapat merealisasikan bakat dan kemampuan secara optimal, baik untuk pengembangan diri maupun untuk sumbangan yang berarti bagi kemajuan masyarakat dan Negara(Conny Semiawan, 1987; Utami Munandar, 1992).
Sebagai guru yang bertanggung jawab untuk perkembangan bakat sang anak. Harus mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk pengembangan bakat anak. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bakat sang anak :
1)     Perhatian.
Setiap individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus. Sistem pendidikan yang menggunakan pola penyeragaman kurang baik untuk digunakan. Cernatilah berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
2)     Motivasi.
Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya agar anak lebih percaya diri. Dan tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya.
3)     Dukungan.
Dukungan sangat penting bagi anak, selalu beri dukungan terhadap mereka dan yakinkan mereka untuk tekun, ulet dan latihan terus menerus. Selain itu dukunglah anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
4)     Pengetahuan.
Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di bidang tersebut.
5)     Latihan.
     Latihan terus menerus sangat baik untung perkembangan bakat anak agar bakat yang dipunya oleh anak lebih matang. Alangkah baiknya bila anak diikutsertakan dengan ekstra kurikuler atau beri kegiatan yang lebih agar anak bisa terus latihan dengan bakatnya tersebut.

6)     Penghargaan.
Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
7)     Sarana.
Sediakan fasilitas atau sarana yang menunjang dengan bakat anak.
8)     Lingkungan.
Lingkungan juga ikut mempengaruhi perkembangan bakat anak. Karena itu usahakan anak selalu dekat dengan lingkungan yang mendukung bakat anak.
9)     Kerjasama.
Kerja sama antara orang tua, guru maupun anak sangat diperlukan mengingat waktu anak di sekolah hanya sedikit dan waktu yang anak luangkan di rumah lebih banyak.
10)  Teladan yang baik.
Mengingat sikap anak yang selalu meniru, maka teladan yang baik sangat diperlukan. Misalnya kenalkan anak pada sosok Taufik Hidayat bila anak berbakat dalam bidang bulu tangkis, Utut Adianto bila anak berbakat dalam bidang catur dan sebagainya..
Selain pengembangan melalui program pendidikan berdeferensiasi, individu yang memiliki bakat khusus juga sangat memerlukan dukungan maksimal dari lingkungan dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi individu untuk mengembangkan bakatnya. Dukungan psikologis dari lingkungan, seperti dukungan moral dari orang tua, pola asuh orang tua yang memberikan perasaanbebas untuk berekspresi, kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan serta penyediaan sarana dan prasarana, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bakat khusus individu.
Ada sejumlah langkah  yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat khusus individu, diantaranya adalah:
1.    Mengembangkan situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat khususnya dengan mengusahakan dukungan baik psikologis maupun fisik.
2.    Berupa menumbuhkembangkan minat dan motif berprestasi tinggi dikalangan anak remaja dan anak, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyaraklat .
3.    Meningkatkan kegigihan dan daya juang pada diri anak dan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan
4.    Menghubungkan program pendidikan berdiferensi di sekolah dengan kurikulum berdiferensi pula guna memberikan pelayanan secara lebih efektif kepada anak dan remaja yang memiliki bakat khusus
Adapun kondisi-kondisi lingkungan yang bersifat memupuk bakat anak adalah keamanan psikilogis dan kebebasan psikologis.Anak-anak merasa aman secara psikologis apabila:
1.    Pendidik dapat menerimanya sebagaimana adanya, tanpa syarat dengan kelebihan dan kekurangannya, serta memberi kepercayaan padanya bahwa pada dasarnya ia baik dan mampu.
2.    Pendidik mengusahakan suasana dimana anak tidak merasa dinilai oleh orang lain. Memberi penilaian terhadap seseorang dapat dianggap sebagai ancaman, sehingga menimbulkan kebutuhan akan pertahanan diri.
3.    Pendidik memberikan pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran, perasaan, dan perilaku anak. Dapat menempatkan diri dalam situasi anak dan melihat dari sudut pandang anak. Dalam situasi ini anak merasaaman aman untuk mengungkapkan bakatnya.
Pada akhir masa remaja, seseorang sudah banyak memikirkan tentang apa yang ingin dilakukan dan mampu ia lakukan. Mereka sudah mulai  mengetahui tentang macam-macam kemungkinan, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya. Dengan pengenalan bakat yang dimilikinya dan upaya pengembangan diharapkan dapat membantu remaja untuk mementukan pilihan yang tepat dan menyiapkan dirinya untuk mencapai tujuan-tujuannya dalam hidupnya.








DAFTAR PUSTAKA
Harjaningrum Tri Agnes. 2007. Peranan Orang Tua dan Praktisi dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori dan Tren Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
H. Sunarto dan B. Agung Hartono. 1995. Pengembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
M. Ali dan M. Asrori. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Ansori Mohammad.2008.Psikologi Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima


Tidak ada komentar:

Posting Komentar