Selasa, 31 Desember 2013

PENGERTIAN KERAMIK.

PEMBAHASAN
       I.            PENGERTIAN KERAMIK
Kata keramik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “keramikos” yang artinya “bahan yang terbakar”, yang menggambarkan bahwa sifat yang diinginkan dari material ini dapat diperoleh dengan cara pembakaran. Hingga 50 tahun yang lalu, material penting dalam kategori keramik adalah keramik tradisional, yang terbuat dari tanah liat. Saat ini, pemahaman mengenai keramik telah berkembang, sehingga material keramik memasuki dimensi baru, sebagai material elektronik, computer, komunikasi, angkasa luar, dan lain-lain. Bagi ahli teknik, keramik mencakup berbagai jenis bahan, seperti gelas, batuan, beton, amplas, enamel porselen, isolator di elektrik, batu tahan api, dan lain-lain.
Keramik merupakan senyawa antara unsur logam dan non logam, yang memiliki ikatan kovalen atau ionic. Umumnya senyawa material teknik keramik berada dalam bentuk senyawa oksida (  MgO, dan lain-lain), nitride ( N, TiN, dan lain-lain), karbida (SiC, WC, dan lain-lain). Beberapa material yang termasuk kedalam klasifikasi klasifikasi keramik adalah gelas atau kaca, semen, dan keramik yang terbuat dari lempung. Material keramik umumnya isolator panas dan listrik, tahan terhadap suhu tinggi, serta kera, namun getas.

    II.            SIFAT-SIFAT KERAMIK
Keramik juga memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a)      Sifat Mekanik Keramik
b)      Sifat Kelistrikan Keramik
c)      Sifat Kemagnetan Keramik






Sifat Mekanik Keramik
Keramik umumnya mempunyai kekerasan yang tinggi, di sisi lain keramik juga memiliki ketangguhan yang rendah, sehingga sangat rentan terhadap beban implak. Namun demikian, tidak semua keramik keras. Terdapat pengecualian terhadap talk, lempung, dan mika yang memiliki kekerasan rendah. Material keramik keras karena fase keramik tidak dapat mengalami deformasi. Hasilnya, keramik dapat digunakan sebagai material abrasive, seperti intan,  TiC, dan SiC. Material TiC dan SiC merupakan material penting dalam pembuatan kertas ampelas dan alat potong.
Keramik merupakan material getas dan paling kaku diantara material lainnya. Kebnyakan material ini lebih kaku dari semua logam karena tidak dapat mengalami deformasi plastik. Keramik hamper tidak mempunyai keuletan sama sekali. Ketiadaan keuletan pada keramik membuatnya sangat rentan terhadap beben impak, meskipun ketahanan impak juga ditentukan oleh bentuk benda kerjanya. Benda kerja dengan bagian sudut yang tajam dan tipis akan lemah terhadap beban impak. Kekuatan untuk material getas, seperti keramik, jarang sekali diukur melalui metode pengujian tarik, tetapi lebih dipilih pengujian atau kelenturan.

Sifat Kelistrikan Keramik
Keramik juga tergolong sebagai material dielektrik (material yang memiliki konduktivitas listrik sangat rendah, tetapi dapat menyimpan medan elektrostastik). Konduktivitas keramik berbeda-beda bergantung pada medan listrik dan suhu yang diberikan. Hal ini disebabkan mekanisme transfer muatan yang bergantung pada frekuensi. Lebih jauh, energy aktivasi yang dibutuhkan untuk migrasi muatan dapat dicapai melalui energi kalor. Sehingga muatan yang tak bergerak dapat menjadi bergerak.
Faktor yang terpenting dalam keramik adalah konstanta dielektrik. Konstanta dielektrik atau permitivitas listrik relative, adalah sebuah konstanta dalam ilmu fisika. Konstanta ini melembangkan rapatnya fluks elektrostastik dalam suatu bahan jika diberikan potensial listrik. Konstanta dielektrikmerupakan perbandingan energy listrik yang tersimpan pada bahan tersebut jika diberikan potensional listrik, relative terhadap keadaan vakum (ruang hampa). Konstanta dielektrik yang dimiliki oleh keramik dimanfaatkan untuk membuat kapasitor, insulator, dan resistor.
Meskipun demikian , sebagian besar keramik memiliki konduktivitas listrik yang sangat kecil, walaupun ada juga keramik yang memiliki sifat super konduktif (tahanan listriknya mendekati 0). Lantanum-barium-tembaga oksida adalah keramik yang memili sifat konduktif pada suhu sebesar C. Suhu tersebut lebih tinggi dari suhu superkonduktif superkonduktor lainnya C) dan juga lebih tinggi dari titik lebur nitrogen( C).

Sifat Kemagnetan Keramik
Sebagian keramik memiliki sifat magnetis yang baik. Terdapat dua jenis keramik magnetis, yaitu keramik magnetis lunak dan keramik magnetis keras. Perbedaannya adalah sifat kemagnetan pada keramik magnetis lunak dapat hilang ktika medan magnet dihilangkan, sedangkan magnetis keras tidak. Keramik magnetis lunak dipakai untuk menggantikan besi pada alat-alat yang membutuhkan magnetisasi dan demagnetisasi secara cepat. keramik  magnetis lunak juga sering disebut dengan sebutan ferit. Keramik magnetis lunak menggabungkan dua sifat, yaitu sifat magnet yang baik dan konduktivitas listrik yang rendah. Konduktivitas listrik yang rendah dapat mengurangi kehilangan energi akibat adanya eddy-current yang terjadi jika material diaplikasikan pada medan magnet yang tinggi. Oleh karena itu, aplikasi keramik magnetis lunak lebih banyak pada aplikasi dengan frekuensi yang tinggi, seperti antenna, pengeras suara, Magnetic Resonance Imaging (MRI),dan alat perekam audio visual.

 III.            FABRIKASI DAN PEMROSESAN KERAMIK
Secara umum, prosesfabrikasi keramik dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
1.      Pembentukan Gelas
2.      Pembentukan Lempung
Masing-masing akan dibahas dalam bagian selanjutnya.



Pembentukan Gelas
Ada tiga macam proses pembentukan gelas , yaitu pressing,blowing, dan fiber forming. Setelah pembentukannya,produk gelas umumnya dilakukan panas melalui proses anil atau proses temper (glass tempering).anil dilakukan untuk menghilangakan tegangan sisa akibat pendinginan yang tidak seragam. Dalam hal ini, gelas dipanaskan hingga mencapai titik anil dan kemudian di dinginkan secara perlahan. Sementara itu, temperature pada dasarnya hanya memberikan tegangan tekan pada permukaan gelas. Sehingga pertumbuhan retak pada permukaan gelas dapat dihambat. Gelas tempel (tempered glass-ed) digunakan untuk kaca mobil, lensa kacamata, pintu kaca besar, dan lain-lain.
Pembentukan Lempung
Proses pembentukan lempung dan keramik putih melewati beberapa tahap yang terdapat pada gambar diatas, dimana setelah dibentuk, komponen atau barang keramik harus melalui tahap pengeringan dan pembakaran. Terjadi perubahan pada masing-masing komponen selama kedua tahap pemrosesan tersebut. Ada dua macam proses pembentukan lempung sebelum dikeringkan, yaitu pembentukan hidroplastis dan slip casting.

DAFTAR PUSTAKA

Bondan T. Sofyan (2010), Pengantar Material Teknik, hal 5
Bondan T. Sofyan (2010), Pengantar Material Teknik, hal 133

Bondan T. Sofyan (2010), Pengantar Material Teknik, hal 146-155

Tidak ada komentar:

Posting Komentar