Kamis, 29 November 2012



LANDASAN TEORI



Teori Dasar Mekanik Otomatif

1.      Rem Tromol

Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda.
Karena self – energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu, kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil.

Komponen-Komponen Rem Tromol
1.      Backing plate
2.      Silinder roda (Wheel cylinder)
3.      Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining)
4.      Tromol rem (Brake drum)


·       Backing Plate
Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate.

·       Silinder Roda
Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda, sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem.
Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup. Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem.
Apabila rem tidak bekerja, maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem
Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem.

·       Sepatu Rem dan Kanvas Rem
Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran.
Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol.
Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran fiber metalic dengan brass, lead, plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu.

·       Tromol Rem

Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda.
Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja, maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C.
Melepas dan Membongkar Silinder

                     Cara melepas Master Silinder

-          Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot)

-          Lepaskan pipa-pipa tekanan
-          Lepaskan master dari booster

Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan)


Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop)


Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring.
Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain, bila sudah menonjol dapat ditarik keluar)
Pemeriksaan
Bersihkan semua komponen dalam air
-          Jika korosi ringan dapat dihoning
-          Jika korosi berat harus diganti
Periksa ulir-ulir baut
Periksa sil
-          Jika keadaan rusak, sobek dan keras harus diganti
(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru)

Periksa torak dan pegas



-          Jika pegas korosi, kaku dan lemah harus diganti.
-          Jika torak korosi atau pecah harus diganti.
Perbaikan
Memperbaiki silinder master korosi
-          Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan)
-          Saat menghoning silinder dilumasi dengan air.
-          Setelah halus, bersihkan dengan udara kompresor.
Catatan:
-          Toleransi diamter silinder master + 1 mm.
-          Putaran honing = 1000 rpm
 

Awas....! Jangan  memutar honing di luar silinder master...!!!



Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master

-          Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir.
-          Periksa kebocoran pada sil sekunder. Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem, silinder harus dioverhaul atau diganti.

  Master silinder

-          Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster), ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Untuk itu, lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. Jika berbau cairan rem, lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum. Jika basah oleh cairan rem, sil sekunder bocor. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem, alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul.
Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem

-          Periksa pipa-pipa rem. Apabila bocor atau berkarat keras, pipa rem harus diganti.
-          Periksa slang-slang rem. Jika permukaannya retak atau tergores, slang harus diganti. Perhatikan pada pemasangan slang rem, jangan bersinggungan dengan roda. Periksa hal tersebut. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok.
Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster)
Kontrol ini harus dilaksanakan, kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup.
-          Tekan pedal rem beberapa kali, pada saat motor mati.
-          Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. Kalau penguat tenaga berfungsi, pedal akan menurun sedikit, selama tahap tersebut.
-          Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. Jika peda akan terdorong kembali, katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti.
Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol

Periksa apakah silinder rem macet. Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. Tromol roda-roda lain harus terpasang, agar torak-toraknya tidak tertekan keluar.
-          Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem, kedua kanvas ditahan dengan obeng. Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda. Jika terdapat kebocoran, semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul.
-          Periksa permukaan gesek pada tromol rem. Bila berwarna abu-abu sampai hitam, atau berkarat, nilai gesekannya kurang. Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok, atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda.

Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol
-          Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. Dilarang menggunakan angin, pakai air sabun jika kotor keras.
-          Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem:

1.      Kedudukan ujung sepatu
2.      Kedudukan pegas
3.      Pemasangan batang penghubung
4.      Pengunci sepatu
5.      Kedudukan pegas
6.      Kedudukan ujung sepatu


-          Periksa tebal kanvas. Jika kurang dari 1,5 mm atau keling kanvas sudah tercoret, kanvas harus diganti baru
-          Periksa permukaan kanvas. Kalau permukaannya keras dan berkilat, nilai geseknya kurang. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal.

-          Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru.
-          Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. Tidak perlu digosok.
-          Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. Sil yang bocor harus diganti baru.
-          Periksa kebocoran pada silinder rem. Jika ada, semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru. 
-          Untuk memeriksa kebocoran, lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem.
Penyetelan Sepatu Rem
Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens, roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik, (Jika roda tidak terpasang, tromol tertekan teratur pada flensnya)
Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang pada piringan rem. Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet.

Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW, Suzuki). Pada sistem ini, roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol.

Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng, tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar