PEMBAHASAN
A.
System-sistem
Pneumatika
Udara yang di manfaatkan adalah udara yang di ambil dari
sekitar kita kemudian di tiup kan secara paksa kedalam tempat kedalam ukuran nya
yang relative kecil.kita menempatkan udara setiap kali kita meniup sebuah balon
atau memompa ban sepeda. Kita memanfaatkan udara, balon atau memompa ban sepeda
bukanlah pekerjaan yang mudah , apalagi kalau banyak, karena itu ini di
perlukan kerja yang cukup keras serta harus mengeluar kan tenaga yang berasal dari
otot-otot kita.
Bila udara telah di manfaatkan kedalam sebuah balon atau
ban, udara itu akan berusaha untuk kuluar lagi. Hal ini karena udara menyimpan
hamper seluruh tenaga yang di gunakan untuk memasuk kan dengan paksa. Tapi,
kalau balon itu kita lepaskan, tanaga atau energy yang di simpan pada udatra di
dalam balon melesat seperti roket. Tenaga yang di simpan ini inilah yang
melakukan kerja untuk menggerak kan balon.
Semua system yang menggunakan tenaga yang disimapan dalam
bentuk udara yang di manfaatkan, serta dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu kerja
di sebut system peneumatika atau pneumatika system. (kata pneumatic berasaldari yang berarti udara atau angin).

Dalam bidang industry, udara yang di manfaatkan menggunakan
pompa khusus yang di sebut kopresor yang di gerakkan oleh motor. Kompresor memanfaatkan
udara kedalam sebuah tangki penyimpan yang yang kuat yang di sebut tangki penumpang
atau receiver. Kalau motor yang di pakai adalah motor listrik, berarti tenaga
yang di gunakan adalah tenaga listrik .tenaga listrik tersebut memebuat kompresor
bekerja, dan hamper seluruh tenaga kini disimpan dalam receiver dalam bentuk udara
yang di manfaatkan. Tenaga yang tersimpan itu selalu siap untuk di manfaatkan.
B.
Penggunaan
Udara Yang di Manfaatkan Dalam Industry dan Kehidupan Sehari-hari
Setiap hari kita menemui berbagai jenis alat yang
bekerja berdasarkan system udara yang di manfaatkan. Ban-ban pneumatic pada mobil sering kali di isi dengan udara
yang di manfaatkan menggunakan kompresor yang biasa terdapat pada tempat-tempat
service kendaraan.bengkel bengkel kendaraan yang baik umum nyamemilik ialat-alat
seperti bor, pengencang atau pelepas mur roda serta semprotan cat yang bekerja menggunakan
udara yang di manfaatkan. Udara yang di manfaatkan juga pada bor-bor pneumatic
yang di gunakan pada pekerjaan-pekerjaan perbaikan jalan dan pembangunan gedung-gedung
yang di gunakan pada pekerjaan-pekerjaan pebaikan jalan dan pembangunan gedung-gedung.
Dokter gigi menggunakan bor dengan system yang sama untuk mengebor gigi dengan kecepatan
tinggi dan masih banyak yang lain nya yang di gunakan secara pneumatic.


Dalam bidang industry, kemponen-komponen pneumatic
biasa di gunakan dalam system-sistem otomatis dan bagai proses
produksi.komponen-komponen tersebut memungkin kan di lakukan nya otomatisasi pada
proses-proses produksi seperti pengolahan bahan, pembuatankomponen mesin,
pemasangan, dan pengepakan.

Gambar
1.3 Mesin pengisi kemasan di control secara pneumatic

Gambar 1.4 Kerekan pneumatic pada
proses pencelupan di larutan yang berbahaya

Gambar
1.6 ‘Mengapa di kerjakan sendiri….. bila udara dapat melakukannya ??’

C.
Rangkaian
symbol symbol pneumatic
Dalam diagram –diagram rangkaian pneumatic, di gunakan
symbol – symbol untuk menunjukkan komponen –komponen yang di butuhkan, dan cara
komponen-komponen tersebut saling di hubungkan.
D.
Tabung
Gerak Tunggal (single – acting cylinder)
Komponen pneumatic yang paling penting adalah katup (valve) dan tabung (cylinder) katup katup berfungsi mengontrol tabung. Sedang tabung menghasilkan
gaya (force) srtagerak linier (linier motion) untuk melakukan suatu kerja.

Tampak sebuah alat pneumatic, yaitu sebuah pompa ban
sepeda .bilaudara di tiup kedalam melalui lubang keluar pompa, maka pegang pompa
akan bergerak kesebelah kiri. sepeda yang di gunakan secara demikian, prinsip kerjanya
sama dengan prinsip kerja sebuah tabung gerak tunggal pneumatic.

Gambar 1.8 Tabung gerak tunggal (diagram skematik)
Udara yang di manfaatkan di masukkan kedalam tabung
. tekanan udara tersebut bekerja padapermukaan sebuah torak (piston), yang menghasilkan suatu gaya.
Gaya itu menggerak torak kebagian bawah tabung. Pada turak terpasang sebuah batang
torak yang menyambul kesebelah luar ujung tabung. Dengan bergeraknya torak,
maka bergerak pula batang torak keluar tabung. Bila pemampatan udara di
hentikan, sebuah pegas akan mendorong kembali torak itu ketempat semula.

E.
Penerapan
tabung gerak tunggal
Tabung gerak tunggal terutama di gunakan untuk pekerjaan
pekerjaan ringan yang tidak membutuhkan gaya serta gerak linier yang besar.Tabung
gerak tunggal dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

F.
Pengontrolan
Tabung Gerak Tunggal dengan Katup 3 Lubang
Udara yang di manfaatkan di masuk kan kedalam tabung
gerak tunggal melalui sebuah katup. Katup yang paling sederhana adalah tuas buka/tutup, seperti
pada tuas gas. Tuas buka /tutup (on/off
tap) semacam ini tidak bisa di gunakan untuk mengontrol tabung gerak
tunggal. Gambar1.12 memperlihat kan
mengapa demikian.

Gambar;
memperlihatkan menagapa demikian
Bila tuas di tutup kembali (Gamabar; 1.12c), udara mampat terjebak di dalam tabung. Pegas pada
batang torak tidak mampu mendorong torak kembali sampai udara yang menghalangi
nya dikeluarkan. Untuk di keluarkan sebuah katub khusus yang, bila di tutup
atau dimatikan tetap memungkin kan keluar udara nya yang mampat terjebak. Katub
khusus ini di sebut katub 3-lubang (3-port valve), katub ini mempunyai
sebuah lubang untuk menerima suplai udara mampat, sebuah lubang kedua yang di
hubungkan dengan tabung , dan sebuah lubang ketiga tempat lewat nya udara dari
dalam tabung keluar keudara bebas bila
katup di tutup.
Simbola untuk
suplai udara mampat (main
air) adalah
Symbol untuk udara udara yang di keluarkan (exhaust air) adalah
Hubungan
denagan tabung di gambarkan dengan symbol -----
Bila katub tiga 3-lubang
dalam keadaan terbuka, pola aliran udara yang melaluinya di gambarkan di gambarkan dengan symbol
Dalam hal ini aliran
udara keluar tertutup, sementara suplai udara mampat dari tangki penampang (receive) bias lewat.
Bila katub 3-lubang tertutub, pola aliran udara yang melaluinya
dinyatakan dengan symbol
Dalam keadaan demikian
suplai udara mampat tertutup, sedangkan udara yang sudah tidak terpakai bias
keluar.
Untuk menggambar pola
aliran dasar sebuah katub 3-lubang, kedua simbol di atas digambarkan menjadi
satu:

Simbol lengkab di atas
biasanya digambarkan dalam keadaan tertutup. Katup 3-lubang dapat di buka dan
di tutup dengan menggunakan beberapa mekanisme.Sebagai contoh katup di buka
menggunakan sebuah tombol tekan
dan
di tutp mengunakan sebuah pegas spiral
Simbol-simbol mekanisme tersebut
di tambahkan pada simbol pola aliran dasar Simbol-simbol à
dan--0 selalu di tambahkan pada simbol pola aliran dasar sesuai dengan keadaan
yang di timbulkannya , yaitu, bila katup dalam keadaan terbuka, maka dalam
simbol-simbol itu di tambah kan pada bagian pola aliran terbuka. Simbol-simbol
di tambahkan pada pola aliran tertutup Gambar 1.13 memperlihatkan sebuah simbol
lengkap untuk sebuah katup 3-lubang yang menggunakan tombol tekan dan pegas.

Gambar
1.13 simbol BSI/ISO untuk katup tombol 3-lubang dengan pegas pembalik
Simbol dalam gambar 1.13
dapat di putar 18
Seperti pada gambar 1.14

Gambar1.14 simbol katup 3-lubang yang dirotasikan
Pada
katup3-lubang model baru, lubang-lubang (ports)
ditandai dengan nomor (gambar) 1,15a dan b). Udara mampat dihubungkan
dengan lubang 1 pada katup. Hubangan dengan tabung melalui lubang 2. Angin
buang keluar memalui lubang 3.
Gambar
1.15 (a) katup tombol 3-lubang dengan pegas pembalik


(b) simbol dengan
lubang bernomor
(C) simbol dengan
lubang diberi huruf
Pada katup-katup model lama, lubang-lubang di tandi
dengan huruf (Gambar 1.15c).Udara mampat masuk melalui lubang A. Hubungan
dengan tabung melalui lubang B. Angin buang keluar melalui lubang C.


Gambar 1.16 pengontrolan tabung gerak tunggal dengan katup tombol
3-lubang.
Tabung gerak tunggal di hubungkan dengan katup
3-lubang menggunakan pipa atau selang plastic (Gambar 1.16). bila tombol pada
katup 3-lubang ditekan, udara mampat akan mengalir melalui katp dan masuk ke
dalam tabung. Ini berakibat bergerak nya batang torak ke luar tabung.
G.
Detail
katup 3-lubang.
Sampai sekarang yang digunakan dalam diagram-diagarm
kita adalah katup 3-lubang yang menggunakan tombol tekan serta pegas. Dibagian
katup terdapat sebuah torak kecil, yang pada bagian bawah nya ada sebuah pegas
halus. Bila anda menekan tombol katup, torak kecil akan bergerak ke bawah
sehingga memungkinkan udara mengalir dari lubang 1 dan keluar melalui lubang 2.
Kalau tombol di lepaskan, pegas akanmendorong balik torak kecil dan
menutup suplai udara dari lubang 1.
Torak kecil ini bagian dalamnya berlubang, sehingga angin buang biasa lewat dan
keluar melalui lubang 3 (Gambar 1.17).

Gamabar1.18 memperlihatkan bagaimana katup 3-lubang
yang menggunakan tombol tekan digunakan untuk mengontrol sebuah tabung gerak
tunggal. Bila tombol dalam posisi menutup atau off (gambar 1.18a), pegas pada katup penahan torak kecil erat-erat
pada sebuah cincin penyekat (seal), sehingga
aliran udara mampat dari lubang 1 terhalang. Dalam keadaan demikian torak
tabung gerak tunggal berada dalam posisi negatif, karena ditahan oleh pegas.
Udara yang terperangkap di belakang torak mengalir kedalam katup melalui lubang
2, terus melewati lubang di tengah torak kecil, dan selanjut nya keluar memalui
lubang 3. Bila tombol di tekan, torak kecil akan menekan pegas katup. Udara
mampat dari lubang 1 menagalir melalui lubang 2 dan masuk kedalam tabung. Tekanan udara yang bekerja pada permukaan torak memaksa torak untuk bergerak kearah
positif atau melakukan outstroke. Degan
gerak tersebut, torak menekan pegas dalam tabung. Udara yang terperangkap di muka torak di buang ke luar melalui sebuah
lubang ventelasi di bagian depan tabung.

Gambar 1.18 Aliran udara melalui
katup 3-lubang ke tabung gerak tunggal
H.
Detail
Komponen
Udara bergerak keluar masuk tabung atau katup
melalui lubnag-lubang khusus (ports). Lubang
atau port yang di maksud di sini
adalah lubang yang memiliki uliran (draat)
di bagian dalam nya . Uliran pada lubang-lubang katp pada umumnya berukuran
’’ BSP atau
’’ BSP (BSP=British Standartd pipe tread). Dalam
pemakaiannya lubang-lubang katup tersebut perlu di lengkapi dengan adaptor dari
jenis ‘plastikon’ yang sesuai ukurannya ( Gambar 1.19a ) kecuali untuk
lubang-lubang pembuang.

Selang plastic dengan diameter luar 5mm biasa
digunakan untuk menghubungkan katup dengan tabung . pada masing-masing ujung
selang plastic dipasang sebuah mur penyengkram (nut assembly) dari jenis plastikon slimline (gambar 1.19a). Mur
pencengkram ini di sekrup kan pada
adaptor untuk menghubungkan selang dengan katup atau tabung. Di dalam mur
pencengkraman terdapat sebuah cincin karet
penyekat (seal) untuk menjamin agar sambungan tidak bocor. Periksalah
selalu agar cincin karet tersebut terletak pada tempatnya dan betul-betul mencengkeram pipa atau selang plastic.
Untuk membuat cabang pada pipa atau selang, kita
bias menggunakan sebuah sambungan T (T-connector). Kalau dibutuhkan tiga
cabang atau lebih bias digunakan dua sambungan T atau lebih. Untuk menyambung
dua buah pipa agar menjadi panjang, bisa
digunakan sambungan lurus (tube-to-tube connector).
Selain dengan tombol tekan, katup 3-lubangbisa juga
menggunakan mekanisme lain seperti roller-trip dan plunger,(Gambar 1.20), namun mekanisme penahan toraknya tetap sebuah pegas. Pada prakteknya, dalam pemakaian,
ketika jenis katup tersebut dapat saling di tukarkan.

Gambar 1.20 (a) katup 3-lubang
beroda (b) katup 3-lubang dengan plunger

Tabung gerak tunggal sendiri ada dua macam, yaitu
tabung dengan pegas penahan dibagian batang torak dan tabung dengan pegas
penahan bukan pada bagian batang torak
(Gambar 1.21). Pemilihannya disesuaikan dengan makdud penggunaannya.


I.
Pengontrolan
Tabung Gerak Tunggal dari Dua Tempat.

Gambar 1.22 pengontrolan tabung
gerak tunggal menggunakan dua katup 3-lubang.
Seringkali pengontrolan terhadap tabung gerak
tunggal perlu dilakukan dari dua tempat . Hal ini dapat melakukan dengan
menggunakan dua buah katup tiga lubang dan di perlukan sebuah komponen tambahan
dalam rangkaian tersebut yang dinamakan katup
ulang-alik atau shuttle valve (Gambar 1.23). sebuah sambungan T bias tidak dapat
digunakan untuk maksud ini, karena pada tombol pada katup A tekan , maka udara
mampat yang di lepaskannya akan keluar melalui lubang pembuang katup B. katup
ulang-alik berfungsi mengarahkan udara dari katup A tadi ke dalam tabung, dan menutup aliran
udara ke katup B ( Gambar 1.22)

Di sebelah dalam katup ulang-alik (Gambar 1.23c)
terdapat sebuah piringan kecil. Bila ada udara bertekanan mengalir dari salah
satu sisi katup, piringan tersebut akan bergerak ke sisi katup, piringan
tersebut akan bergera ke sisi berlawanan dan menyekat lubang di sisi itu.


Kalau katup A dalam Gambar 1.22 di lepaskan dan
katup B di tekan, piringan dalam katup ulang-alik akan menyekat lubang masuk
dari katup A sehingga memungkinkan udara mengalir menuju ke tabung dari katup
B.
DAFTAR PUSTAKA
PENGANTAR
ILMU TEKNIK PNEUMATIKA
Peter patient . Roy picup . Norman
Powell
Penerbit
PT GRMEDIA, JAKARTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar